Social Icons

Jumat, 06 Oktober 2017

Biodata Lengkap



BIODATA DIRI


Nama lengkap                   : Kumbara Sari
Nama Panggilan                : Kumbara
Jenis Kelamin                    : Laki - Laki
NIM                                   : 310114022599
Jurusan                               : Teknik Informatika
Tempat & Tanggal lahir     : Banjarbaru, 28 April 1995
Suku                                   : Jawa
Hobi                                    : Berenang
Alamat Sekarang                : Desa Cindai Alus RT 009/003 Martapura KAB Banjar
Nomer HP                           : 087815077105

Minggu, 01 Oktober 2017

Jurnal Komputer Masyarakat

Abstrak
Informasi dan ilmu pengetahuan sampai pada kita lewat berbagai jalan. Pada zaman dahulu, papirus, batu tulis, tulang dan buku menjadi media utama tersampainya ilmu pengetahuan. Seiring dengan majunya teknologi, dewasa ini informasi mengalami perubahan format ke dalam bentuk digital. Ide yang dimuat dalam kertas mulai tergantikan menjadi versi elektronik. Kita memasuki era paperless. Perubahan format ini membuka peluang besar bagi kemudahan akses informasi, apalagi dengan membuatnya dapat diakses secara online. Dengan bermodal komputer, dewasa ini kita dapat menjelajahi dunia cyber, yang kaya akan informasi. Berbagai penelitian berkesimpulan bahwa proses meng-online-kan informasi ini merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.
1.    Pendahuluan
Internet pada awalnya dikembangkan oleh AS sekitar tahun 1970, dan semula dipergunakan terbatas untuk keperluan militer. Tiga dasa warsa berlalu. Dewasa ini di negara maju, internet hampir menjadi kebutuhan primer. Layanan yang ditawarkan internet pun semakin lengkap, komunikatif dan memanjakan konsumen. Teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang populer beberapa tahun belakangan ini membuat internet menjadi barang yang tidak asing lagi di rumah-rumah, dan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses internet 24jam.

Pada masa awal, pemakaian internet hanya terbatas untuk berkirim electronic mail. WWW (World Wide Web) mulai populer digunakan sekitar awal tahun 90-an, dengan memakai berbagai web browser seperti Netscape, Internet Explorer, dsb. Seiring dengan perkembangan hardware maupun software yang pesat, materi yang disampaikan lewat
web pun mengalami perkembangan. Materi yang dimuat tidak terbatas berupa teks, melainkan gambar, suara, video, streaming, hingga yang bersifat interaktif, seperti chatting, video conference dsb.
Hal ini dimungkinkan oleh kemajuan teknologi di bidang hardware dan software. Sebagaimana yang diramalkan oleh Gordon Moore (Moore’s Law), bahwa kemampuan komputer akan berlipat dua kali setiap 18 bulan.

Dapat dikatakan, informasi yang sampai kepada kita mengalami beberapa kali perubahan format. Informasi dan ilmu pengetahuan yang semula didokumentasikan pada papirus, tulisan pada batu, buku, dewasa ini telah banyak yang ditransfer ke dalam bentuk digital. Tulisan ilmiah, skripsi, telah umum disimpan dalam format elektronik
(misalnya format Word, PDF, dsb.), pada disket, CD ROM atau pun DVD. Karena bentuknya tipis, ringan, sangat mudah bagi kita untuk membawa informasi itu kemana-mana. Selanjutnya kemajuan yang dicapai oleh teknologi internet membuat informasi tersebut dapat ditampilkan di web, atau dikirim lewat email, sehingga dapat diakses dari berbagai penjuru dunia. Syaratnya hanya satu: asal tersambung ke dunia cyber.

Dengan demikian, alur penyampaian ilmu pengetahuan dewasa ini melewati beberapa tahap : 1) mengubah format-nya dari buku ke dalam bentuk digital 2) mengirimkannya dalam bentuk “bit”, deretan kode “0” dan “1”, lewat koneksi internet kepada berbagai pihak, yang mungkin berada di manca negara. Kata kunci bagian akhir proses ini adalah "online", yaitu tampilnya suatu informasi di dunia cyber, yang pada akhirnya turut memberikan akselerasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Makalah ini akan membahas kontribusi signifikan informasi online terhadap dunia pendidikan dan penelitian. Pada bagian ke 2, akan dibahas proses perubahan informasi ke arah digital, dan dilanjutkan dengan proses meng-online-kan informasi digital tersebut, yang akan dibahas pada bagian ke-3. Pada bagian berikutnya, akan dibahas pengaruh signifikan pada dunia pendidikan dan penelitian yang dipacu oleh terbuka lebarnya akses informasi. Setelah membahas beberapa masalah yang dihadapi, bagian terakhir merangkum point-point penting dalam makalah ini.
2.                 Informasi pada era digital
                 Dewasa ini hampir seluruh aspek kehidupan kita tersentuh oleh digital. Berbeda dengan informasi analog yang sifatnya kontinyu, informasi digital dicirikan dari representasinya dalam bentuk diskontinyu. Contoh yang paling mudah perubahan dari analog menjadi digital adalah jam. Jam analog memiliki jarum yang berputar secara kontinyu, dapat menunjukkan waktu pada resolusi berapa pun. Sedangkan jam digital hanya mampu menunjukkan waktu-waktu pada ketelitian terbatas, misalnya pada satuan detik. Lagu dan film yang dahulunya diabadikan dalam piring hitam atau pita kaset, dewasa ini lazim disimpan dalam bentuk digital pada media CD atau DVD. Informasi digital hampir tidak dapat terlepas lagi dari kehidupan kita sehari-hari [1]. Sebagaimana contoh di atas, dewasa ini buku, data observasi dan dokumentasi penelitian juga telah lazim ditransfer ke dalam bentuk digital.
Keuntungan informasi disajikan dalam bentuk digital antara lain sbb.
1.  Kompresi data
Ini adalah kelebihan terbesar dari bentuk digital. Sebuah CD ROM yang kapasitasnya 700 MB dapat memuat buku dengan ketebalan lebih dari 4 ribu halaman. Dapat dibayangkan berapa besar tempat yang dapat dihemat oleh sebuah perpustakaan, apabila literatur nya berupa file elektronik.
Contoh lain: portable harddisk Logitec LHD-PBA20U2 berukuran 7.6 x 1.5 x 13 cm, berat sekitar 180 gram, kapasitas sekitar 20GB. Harddisk sebesar telapak tangan ini dapat memuat buku lebih dari 100 ribu halaman dalam format pdf, atau kira-kira sama dengan 151 jilid kamus bahasa Inggris-Indonesia, tiap jilid setebal 660 halaman, total berat 151 kg, yang kalau disusun berjajar membutuhkan ruang sepanjang 6m.
2.  Portabilitas
Data yang telah dikompresi akan berukuran jauh lebih kecil daripada aslinya. Akan lebih ringan dan lebih mudah membawa sebuah CD ROM daripada membawa informasi dalam bentuk buku. Pada ilustrasi di atas lebih mudah untuk membawa hard disk portable Logitec yang beratnya hanya 180 gram dan bisa dimasukkan ke saku, padahal isinya sama dengan buku dalam 1 almari di perpustakaan.
3. Mudah untuk di-edit, diolah dan ditransfer ke media lain
Di masa lampau kita memerlukan penghapus, stypo, tip ex, untuk melakukan koreksi tulisan. Jika tulisan berada dalam format elektronik, kita akan sangat mudah melakukan koreksi, menambahkan baris, mengatur lay out tulisan.
Proses transfer pun menjadi lebih mudah. Jika dahulu kita harus memakai mesin fotocopy untuk membuat salinan suatu artikel atau buku, saat ini kita telah terbiasa mengcopy dokumen dalam bentuk file elektronik ke dalam disket, atau ke dalam harddisk komputer.

3.  Dari Offline menuju Online
Berbagai macam kelebihan dapat kita peroleh jika informasi disajikan berupa digital. Buku yang berjilid-jilid dapat disimpan dalam bentuk file yang cukup dimuat dalam sekeping CD ROM. Proseding seminar yang dulu biasa dibagikan dalam bentuk cetak dan beratnya kadang bisa sekitar 5 kg, saat ini lebih populer dibagikan dalam bentuk CDROM. Akan tetapi informasi seperti ini masih tersedia dalam bentuk offline, yaitu tidak terkoneksikan ke internet. Kalau ada kolega kita di kota lain yang memerlukan data tersebut, mau tidak mau kita harus memakai jasa pos untuk mengirim CDROM tersebut. Tidakkah ada jalan lain yang lebih mudah untuk mentransmisikan informasi tersebut ?
Sebagaimana dijelaskan, kelebihan informasi digital adalah “kompresi” dan kemudahan untuk ditransfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan meng-upload. Cara seperti ini disebut membuatnya online di dunia cyber. Pengiriman informasi dalam CD ROM yang tadinya harus dikirimkan lewat pos, sekarang telah dapat dilakukan secara elektronik, sehingga jauh lebih cepat. Buku yang berada di perpustakaan di Jepang, apabila dibuat dalam bentuk digital dan ditaruh di harddisk komputer yang tersambung internet, dapat langsung dinikmati oleh pelajar dan masyarakat di Indonesia. Saat saya masih mahasiswa, apabila membutuhkan suatu artikel ilmiah yang ditulis oleh professor di AS, perlu memesan ke perpustakaan dan harus menunggu, kadang berminggu-minggu, sampai artikel tersebut dapat diperoleh. Saat ini proses mencari literatur menjadi jauh lebih mudah. Kita cukup online ke internet, dan mendownload file tersebut dari situs yang menyediakan artikel yang dimaksud. Kadang-kadang penulis artikel itu menaruh artikel di websitenya, agar mudah diakses oleh peneliti lain.
Dengan kata lain, cara mengirimkan CDROM lewat pos adalah konvensional, yaitu memindahkan “atom” dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan cara kedua dengan mengonlinekan isi CDROM tersebut di internet, berarti mentransmisikan informasi berupa bit dari satu terminal komputer ke yang lain. Secepat-cepatnya kita mengirim barang, misalnya dengan Fedex atau EMS, dari Jepang ke Indonesia memerlukan waktu sekitar tiga hari. Akan tetapi proses transmisi bit pada koneksi internet jauh lebih cepat.
Dari Indonesia kita dapat mendownload suatu file di perpustakaan digital di Amerika hanya dalam satuan detik.

Dapat disimpulkan bahwa meng-online-kan suatu informasi berarti melakukan potong kompas terhadap jarak dan waktu: dua buah dimensi yang selama ini sangat membatasi aktivitas manusia. Informasi online membuat akses semakin luas, dan transfer informasi semakin cepat dan akurat.

4. Akses informasi online dalam dunia penelitian dan pendidikan

Komunitas akademik dewasa ini telah terbiasa melakukan komunikasi lewat internet. Diskusi, pengiriman artikel, pemesanan buku, pengiriman data observasi, dan berbagai aktifitas lain dapat dilakukan dari sebuah PC yang terkoneksikan ke internet. Akses informasi yang dapat dilakukan kapan saja, siapa saja, di mana saja ini, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan.
Perpustakaan merupakan sumber literatur utama bagi seorang peneliti untuk mengikuti perkembangan bidang yang ditekuninya. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk membaca journal ilmiah, laporan penelitian, prosiding seminar, yang tersedia dalam bentuk buku, disimpan di perpustakaan. Hal yang paling sulit adalah bagaimana memilih informasi yang diperlukan di antara ribuan atau jutaan halaman yang tersedia, padahal waktu yang ada sangat terbatas.
Masalah ini dapat dipecahkan apabila journal, laporan, buku dan informasi lain yang dicari tersebut berada dalam format elektronik (misalnya format PDF, Word, postscript dsb.), sehingga dapat diakses online melalui internet. Misalnya situs journal IEEE (http://www.ieee.org), PubMed, dll. Dengan adanya sumber online, peneliti lebih mudah mencari literatur dan informasi terbaru dalam bidangnya.
Ada layanan yang mempermudah memilih informasi online yang diperlukan, yaitu searching engine di internet. Yang sangat populer adalah http://google.com dan http://yahoo.com. Situs searching engine lain seperti http://vivisimo.com memiliki kelebihan, dengan mengelompokkan hasil searching ke dalam beberapa group (cluster), menurut kata kunci pada situs tersebut. Tersedianya informasi di internet dan semakin canggihnya alat pencari membuat peneliti menjadi lebih cepat dalam mencari informasi yang diperlukannya.
Apakah efek kemudahan mendapatkan informasi di intenet ? Salah satu penelitian menarik dilakukan oleh Steve Lawrence, yang dimuat di journal penelitian terkemuka Nature [2] memberikan kesimpulan bahwa frekuensi rujukan terhadap artikel yang dimuat online (ditampilkan di internet), ternyata lebih banyak daripada artikel yang dimuat secara offline (tidak ditampilkan di internet). Lawrence mengamati sekitar 120 ribu artikel ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan dari tahun 1989 sampai 2000. Data menunjukkan bahwa artikel yang ditampilkan secara online rata-rata 7.03 kali dijadikan rujukan oleh penelitian lain, sedangkan artikel offline hanya sekitar 2.74. Fakta ini membuat Lawrence berkesimpulan, bahwa peningkatan kemampuan akses terhadap suatu paper meningkatkan kesempatan bagi peneliti lain untuk menemukan informasi yang diperlukan. Hal ini akan berdampak nyata pada berkembangnya suatu disiplin ilmu.
Contoh lain adalah tersedianya data hasil observasi di internet agar dapat dimiliki bersama. Misalnya sebagaimana yang lazim dilakukan dalam bidang bioinformatika. Bioinformatika merupakan bidang baru yang merupakan perkawinan antara biologi dan teknologi informasi. Dalam hal ini, istilah “teknologi informasi” tidak terbatas pada internet saja, melainkan pada proses pengolahan informasi secara umum. Dengan demikian aspek teknologi informasi dalam bioinformatika melibatkan juga teknologi database, pattern recognition, softcomputing, expert system, kecerdasan buatan, dsb. Dewasa ini, seiring dengan selesainya Human Genome Project, susunan DNA tubuh manusia telah dapat dipetakan. Dalam era post genome project ini minat penelitian ditujukan untuk menemukan fungsi dari gen pada tubuh manusia, dan aplikasinya pada dunia medis. Misalnya pemilihan terapi penyakit yang tepat bagi individu, yang sering disebut dengan tailormade medicine. Artikel ilmiah maupun data yang dipakai dalam penelitian tsb. umumnya tersedia secara online, dan dapat diakses oleh peneliti yang lain. Dengan demikian terbuka kesempatan bagi anggota komunitas bioinformatika yang lain untuk membahas dan menganalisa data sesuai dengan spesialisasi masing-masing. Hal ini turut mendorong ditemukannya metoda-metoda komputasi baru yang menjadi feedback positif bagi peneliti tersebut.
Dari contoh-contoh di atas dapat dirangkumkan bahwa usaha meng-online-kan informasi memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
1. Artikel ilmiah yang dimuat secara online, memiliki potensi akses yang lebih besar dan lebih sering dipakai sebagai rujukan
2. Semakin luasnya kesempatan akses pada suatu informasi, pada gilirannya dapat memberikan feedback positif bagi pemilik awal informasi tersebut
3. Data dan informasi yang dimuat secara online dapat membantu akselerasi perkembangan suatu cabang ilmu pengetahuan baru.
5. Usaha yang dilakukan oleh komunitas TI Indonesia

Usaha meng-online-kan informasi penelitian ini tidak hanya dilakukan oleh negara maju. Komunitas TI Indonesia tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi internet untuk meng-online-kan informasi dalam dunia penelitian. Beberapa usaha yang telah dilakukan antara lain:
1. Edukasi online
Aktifitas yang sering disebut dengan e-learning ini memanfaatkan internet sebagai wahana belajar mengajar. Beberapa di antaranya adalah situs berita iptek (http://beritaiptek.com) yang memuat berita ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bahasa Indonesia, situs ilmukomputer.com yang mendapat penghargaan internasional WSIS award dari PBB, dan situs-situs lain yang belakangan ini semakin menjamur.
2. Digital Library
Salah satu contoh adalah http://www.greendigitalpress.com. Usaha ini dirintis oleh Arief Budi Witarto dan Romi Satria Wahono, keduanya peneliti di LIPI. Ide awal proyek ini berasal dari keinginan mewujudkan perpustakaan digital Indonesia, yang
dapat diakses online di internet. Contoh dari situs serupa di dunia adalah situs PubMed (http://www.pubmed.com) di bidang biomedik, atau situs CiteSeer.IST (http://citeseer.ist.psu.edu) di bidang komputer, yang menyediakan ribuan artikel ilmiah dalam format elektronik (format PDF) kontribusi dari seluruh dunia. Situs digital library Indonesia ini memuat abstrak publikasi khusus di Indonesia (paper & paten). Hal ini akan memberikan kemudahan akses bagi peneliti lain dan mempercepat proses komunikasi komunitas ilmiah Indonesia.
3. Diskusi ilmiah lewat mailing list (disingkat milis)
Mailing list adalah forum diskusi yang berlangsung lewat electronic mail. Beberapa komunitas ilmiah seperti IECI (Indonesian Society on Electrical, Electronics, Comunication & Information), HFI (Himpunan Fisika Indonesia), Biotek-indonesia.net telah memiliki forum diskusi sendiri. Pada milis yang aktif, secara reguler diadakan seminar online. Salah satu peserta mempresentasikan penelitiannya, dan peserta yang lain mengajukan pertanyaan atau memberikan masukan, lewat email. Selain presentasi penelitian, konsultasi masalah, kegiatan lain misalnya resensi paper penelitian yang terbaru.

6. Masalah yang timbul saat meng-online-kan informasi

Semakin banyaknya informasi tersedia secara online, memberikan efek positif bagi kegiatan bisnis, pendidikan dan penelitian. Namun hal ini tidak terlepas dari berbagai kendala yang perlu diwaspadai oleh pengguna internet.
1. Sekuriti
Masalah utama pemakai internet adalah sekuriti. Serangan virus, spamming mail merupakan ancaman pertama begitu kita online di internet. Virus dapat menghapus data di hard disk, merusak file penelitian dan mencuri informasi pribadi.
2. Hak cipta
Tulisan ilmiah yang dibuat online seringkali dijiplak oleh pihak lain tanpa seijin pemiliknya. Kalimat-kalimat pada suatu artikel dikutip tanpa menyebutkan referensi asalnya. Ada juga pihak tak bertanggung jawab yang memakai material di internet, tapi menghapus nama pengarangnya, atau sumber asli artikel tersebut. Seolah-olah artikel itu adalah karyanya sendiri. Hal-hal ini dapat dikategorikan kejahatan intelektual, dan merugikan penulis asli tulisan tersebut.
3. Kendala teknis untuk artikel yang hanya tersedia versi cetak
Tidak semua journal tersedia dalam bentuk elektronik. Terutama untuk artikel yang diterbitkan sebelum tahun 1990, seringkali hanya tersedia versi cetak. Misalnya journal ilmiah IEEE Trans. On Pattern Analysis and Machine Intelligence (PAMI), kalau dilihat di situs http://www.computer.org/tpami hanya menyediakan versi elektronik mulai tahun 1988. Artikel-artikel yang sudah tua juga masih tersedia dalam wujud “atom”, yaitu berupa kertas. Tapi dewasa ini, sudah banyak dijual scanner yang mampu men-scan satu halaman dokumen dalam waktu kurang dari 1 detik, dan langsung dikonversikan ke format PDF. Misalnya “ScanSnap” produk Fujitsu, yang sudah termasuk di dalamnya software Adobe Acrobat untuk mengkonversikan hasil scan ke dalam format PDF.
Selain masalah tersebut masih banyak hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam meng-online-kan informasi. Resiko memang ada. Tapi hal itu memang harus kita lewati untuk
mencapai kemajuan. No risk, No gain.

7. Kesimpulan

Makalah ini membahas mengenai pengaruh positif dari informasi online. Berbagai penelitian menunjukkan adanya kontribusi signifikan dari informasi online terhadap akselerasi penelitian iptek. Hal ini ditunjukkan antara lain oleh tingginya frekuensi rujukan paper ilmiah online dibandingkan paper yang tidak dapat diakses online, cepatnya perkembangan bidang bioinformatika yang memanfaatkan internet secara optimal untuk bertukar data dan hasil observasi. Walaupun pada pelaksanaannya masih ada kelemahan dan kendala dalam hal sekuriti, hak cipta dll. tetapi proses meng-online-kan informasi ini merupakan etape yang harus kita lalui untuk memajukan pendidikan dan riset di Indonesia.

Referensi
[1] Nicholas Negroponte, Being Digital, Random House (1996)
[2] Steve Lawrence, “Online or Invisible”, Nature, Vol.411, No.6837, pp.5221, 2001
versi online dapat diakses di http://citeseer.ist.psu.edu/online-nature01/

Cara Sederhana Membersihkan Komputer

1. Bersihkan layar dengan lap khusus
Hindari membersihkan layar komputer dengan menggunakan tisu, karena justru akan membuat layar tergores dan semakin kotor. Lap khusus dari bahan microfiber yang lembut adalah pilihan tepat untuk membuat layar komputer Anda menjadi lebih bersih.
2. Bersihkan kotoran dengan benar
Jangan menggunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol seperti amonia atau aseton untuk membersihkan kotoran pada monitor dan keyboard komputer. Cairan yang mengandung alkohol dapat merusak monitor.
Sebaiknya gunakan cara yang lebih alami, misalnya membersihkannya dengan cuka yang telah dicampur air secukupnya.
3. Menghilangkan goresan
Anda dapat menggunakan pasta gigi untuk menghilangkan goresan pada komputer. Namun pastikan menggunakan pasta gigi yang tidak berbentuk gel dan mengandung pemutih. Caranya mudah, aplikasikan pasta gigi ke bagian goresan dengan menggunakan lap microfiber. Diamkan selama beberapa saat dan bersihkan menggunakan kain kering.
4. Gunakan hair dryer untuk menghilangkan debu
Untuk menghilangkan debu dan kotoran pada keyboard komputer, coba gunakan hair dryer. Namun, yang perlu Anda lakukan sebelum melakukannya adalah mematikan semua kabel sambungan komputer, lalu mulailah membersihkannya dengan hair dryer dalam suhu dingin.
5. Membersihkan sela-sela keyboard dan mouse
Cara mudah untuk membersihkan kotoran di sela-sela keyboard komputer dengan menggunakan pisau roti yang ditutupi dengan kain microfiber. Caranya, campurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama, lalu celupkan kain microfiber ke dalam cairan tersebut. Kemudian, mulailah untuk membersihkan sela-sela keyboard dan mouse secara perlahan.

Bahaya Mematikan Komputer Tanpa Shut Down

Komputer merupakan rangkaian alat elektronik yang mampu membantu dalam mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari. Sebagai alat elektronik, komputer tentu rentan mengalami kerusakan, terutama pada bagian hardware. Pengguna komputer yang sedang terburu-buru biasanya seringkali mematikan komputernya hanya dengan menekan tombol power tanpa melalui shut down.

Sebenarnya, itulah kesalahan fatal yang harus dihindari pengguna, karena jika tidak maka komputer bisa mengalami kerusakan yang cukup serius. Berikut bahaya akibat mematikan komputer tanpa shut down.
1. Registry Menjadi Berantakan
Masalah yang akan muncul pertama kali terletak pada sistem operasi, terutama pada registry. Sebagai contoh, misalnya kamu sedang menjalankan sebuah aplikasi, dan secara tiba tiba komputer tersebut mati karena menekan tombol power, maka registry tersebut akan berantakan dan tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Namun, jika kamu mematikan komputer melalui shutdown, maka registry akan menutup secara perlahan dan bergantian agar tidak terjadi kesalahan.
2. Hard Disk Menjadi Bad Sector
Kerusakan yang paling sering terjadi akibat mematikan komputer tanpa shut down yaitu terjadinya bad sector pada hard disk. Pada dasarnya, piringan yang berada di dalam hard disk akan berputar ketika komputer menggunakan hard disk tersebut. Jika komputer mati dengan paksa, maka hard disk akan berhenti berputar secara tiba-tiba dan akan berhenti memproses apa yang sedang dilakukannya.
3. RAM Akan Bermasalah
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa RAM pada sebuah komputer memiliki peran yang sangat penting. RAM berfungsi untuk membagi tugas atas perintah yang diberikan pengguna untuk komputer. Jika kita mematikan komputer melalui shut down, maka RAM akan menutup semua aplikasi secara baik dan teratur. Namun sebaliknya, jika tanpa shut down maka akan terjadi kerusakan fatal.

Berbekal DNA, Ilmuwan Susupkan Malware untuk Serang Komputer

Peneliti dari University of Washington telah berhasil menemukan cara baru untuk menyerang komputer. Dalam makalah yang dipublikasikan baru-baru ini, mereka untuk kali pertama berhasil memanfaatkan untaian DNA khusus guna meretas sebuah PC.
Dikutip dari The Guardian, Senin (14/8/2017), para peneliti memanfaatkan molekul buatan yang dikodekan mirip DNA untuk membawa virus komputer. Menurut ketua peneliti Tadayoshi Kohno, timnya merancang rantai DNA buatan khusus yang berisi malware.
Para peneliti menggunakan pasangan basa DNA dalam penelitian ini. Mereka merekayasa pasangan adenin, sitosin, guanin, dan timin yang dibuat sebagai DNA asli lalu menyusupkan malware ke dalamnya.
"Saat rantai DNA berisi malware ini diproses dengan software khusus, ia dapat mengakses fitur keamanan komputer tersebut. Artinya, kami dapat mengendalikan komputer itu dari jarak jauh memakai DNA sintetis yang berlawan," tulis penelitian tersebut.
Baca Juga
Namun perlu diketahui, DNA buatan ini hanya dibaca oleh komputer yang memiliki software untuk mengurutkannya. Melalui software itu pula, komputer akan mengubah kode molekul yang dibuat menjadi kode komputer.
Karena itu, serangan ini sebenarnya dapat terjadi karena memanfaatkan lemahnya keamanan software pengatur DNA. Meski terbukti berhasil, para peneliti menampik keamanan software pemecah DNA yang ada sekarang bermasalah.
Adapun hasil penelitian ini hanya bermaksud menggambarkan DNA dapat dipakai sebagai sarana mengirimkan malware.
"Kami menekankan tak ada alasan khawatir soal keamanan software pemecah DNA, tapi kami mendorong komunitas pemecah DNA lebih proaktif untuk menangani risiko keamanan komputer yang mungkin muncul," ujar mereka.
Sebenarnya ini bukan kali pertama DNA digunakan untuk sarana berkirim data. Pada 2016, University of Washington dan Microsoft berhasil menunjukkan teknik menyimpan gambar dan mengambil gambar digital memakai DNA.
Dalam penelitian tersebut, peneliti bermaksud mengubah DNA menjadi media penyimpanan layak pakai untuk informasi digital.
Sebelumnya, ilmuwan dari Harvard juga berhasil menyimpan gambar berformat GIF dalam DNA dari sel hidup untuk menciptakan perekam data molekuler yang dapat singgah di sel hidup.
(Dam/Ysl)

Hacking dan Cracker

Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.

Kasus Pembobolan ATM

Kehidupan masyarakat Indonesia yang sedang terlanda kegaduhan, tampaknya semakin tidak tenang. Berbagai persoalan mengusik dan mengimpit kehidupan mereka. Belum lagi terselesaikan persoalan naiknya beberapa kebutuhan pokok sehari-hari, kini masyarakat dikhawatirkan dengan dibobolnya ATM (anjungan tunai mandiri) milik enam bank besar.
Kasus pembobolan uang nasabah bank melalui ATM memang bukan hal baru. Kasus itu telah sering terjadi di berbagai tempat. Tapi kali ini, pembobol ATM itu dicurigai sebagai sindikat internasional yang biasanya menggunakan teknologi tinggi. Ini yang membuat masyarakat tidak tenang.
Kenapa masyarakat tidak tenang? Sejak diperkenalkannya ATM di Indonesia, masyarakat yang menyimpan uangnya di bank merasa memperoleh kemudahan dengan adanya ATM. Setiap saat masyarakat bisa menarik uangnya atau melakukan suatu transaksi, asal tidak melebihi saldonya.
Uang yang ditabung masyarakat tersebut tentu sebagian besar bukan hasil dari harta warisan atau memperoleh rejeki mendadak, tapi uang hasil jerih payah yang dikupulkan sedikit demi sedikit. Dengan menabung, diharapkan kehidupan masyarakat lebih teratur, bisa berhemat, dan mempunyai uang cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan mendadak. Fasilitas ATM merupakan satu jawaban, jika kebutuhan mendadak itu tiba-tiba saja muncul.
Kini, tersiar kabar bahwa banyak ATM bank terkemuka yang dibobol oleh suatu sindikat internasional yang nilai kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Kasus ini tentu sangat meresahkan masyarakat. Masyarakat yang selama ini merasa sedikit tenang dengan memiliki uang tabungan di bank, menjadi khawatir bahwa uang tabungannya bisa saja ludes digasak oleh sindikat pembobol ATM. Meski pihak Bank Indonesia meminta masyarakat tidak panik, tapi keresahan itu pasti ada.
Jika kasus pembobolan ATM itu kian meraja-lela, tentu yang dirugikan adalah masyarakat. Sementara masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa. Belum tentu pihak bank dengan mudah memberikan ganti rugi, jika masyarakat melakukan komplain ke bank yang bersangkutan karena uang simpanannya tiba-tiba raib. Padahal masyarakat tidak pernah mengganggu-gugat uang simpanannya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan di Indonesia.
Lantas masyarakat harus berbuat apa? Menarik uangnya dan menyimpannya di rumah atau di tempat kerja? Ini pun tidak menjadi jaminan keamanan. Akhirnya masyarakat hanya bisa resah. Hal itu mirip dengan kasus peredaran uang palsu yang bisa menyentuh seluruh kehidupan masyarakat. Beredarnya uang palsu juga bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.
Karena itu kami berharap aparat yang berwajib segera melakukan penyelidikan atas kasus dibobolnya ATM-ATM tersebut dan meringkus para pelakunya. Selain berlatar belakang kriminal, apakah tidak mungkin kasus pembobolan ATM dan pencetakan serta pengedaran uang palsu di Indonesia bermotif tertentu?
Pihak perbankan juga diharapkan bisa memberikan keamanan dan jaminan kepada masyarakat yang menjadi nasabahnya, sehingga kasus pembobolan uang melalui ATM tidak lagi terjadi. Hanya pihak bank yang bersangkutanlah yang mengetahui secara persis mengenai pengamanan mesin atau di sekitar ATM-nya.
Mudah-mudahan pula pihak bank bisa menyelesaikan dengan sebaik-baiknya terhadap nasabah yang menjadi korban pembobolan ATM.